Karena Selembar Tisu, McDonald's Dituntut US$1,5 Juta

Merasa kecewa dengan pelayanan McDonald's, pencinta burger ini menuntut ganti rugi sebesar US$1,5 juta pada salah satu restoran siap saji terbesar di dunia itu.

mcdonalds

Tuntutan bermula dari hal sepele. Webster Lucas merasa dilecehkan oleh manajer di restoran itu ketika dia protes hanya diberi satu lembar tisu oleh pelayan.

Namun, ketika dirinya memprotes, justru dia mendapat jawaban yang kasar dari sang manajer.

Peristiwa itu terjadi saat Lucas mengunjungi McDonald's Pacoima California, akhir Januari lalu. Saat itu, dia memesan paket Quarter Pounder Deluxe. Setelah tahu hanya diberi satu tisu, dia kembali ke meja pemesanan dan meminta tambahan tisu.

Bukannya mendapatkan tambahan tisu, dia mengatakan justru kata kasar yang diterimanya. Karena itu, dia membawa kasus itu ke meja hijau dengan pasal pelecehan yang menyebabkan tekanan mental.

“Ketika sang manajer mengatakan tisu saya sudah cukup saya mengatakan saya datang kemari untuk makan bukan untuk bertengkar. Akan tetapi dia malah bersikap rasis kepada saya,” ujar Lucas yang berkulit hitam itu.

Kemudian, Lucas juga sempat mengirim surat kepada General Manager McDonald's dan mengatakan dia tidak bisa bekerja karena mengalami tekanan emosional akibat pelecehan tersebut.

Pihak McDonald's sendiri sudah menjawab secara resmi. "Tujuan kami adalah memberikan 100% pelayanan yang memuaskan kepada semua orang tanpa terkecuali,” ujar McDonald's.

Lucas sendiri mengatakan dirinya sempat ditawarkan mendapatkan burger gratis, sebagai permintaan maaf atas serangan rasis itu.

Sumber "http://www.kabar24.com/oh-dunia/read/20140301/7/212315/karena-selembar-tisu-mcdonalds-dituntut-us15-juta"


Kodokoala: Berita

0 Komentar untuk "Karena Selembar Tisu, McDonald's Dituntut US$1,5 Juta"

Posting Komentar

Perhatian!
Silahkan beri komentar Anda dengan sopan tanpa menyinggung agama atau ras tertentu.

Jika ingin menyertakan tautan/link menuju situs web tertentu, harap komentar yang berhubungan dengan topik agar komentar Anda bisa kami publikasikan. Terima kasih.