Industri Film Porno Jepang Terancam Bangkrut karena Kurang Aktor Pria

Industri film porno Jepang atau Japan Adult Video (JAV) terancam gulung tikar. Hal ini disebabkan kurangnya bintang porno laki-laki. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu aktor pria JAV bernama Shimiken.

jav

Dalam akun Twitternya ia menulis, saat ini hanya ada 70 aktor pria di industri film porno Jepang. Jumlah tersebut lebih sedikit dari hewan terlangka dunia Harimau Bengali. Shimiken menambahkan, selama membintangi 7.000 film porno, setidaknya ada puluhan ribu artis wanita dan 40.000 judul film dirilis setiap bulannya.

Ironisnya, aktor pria tetap kurang. Namun pernyataan Shimiken lantas dibantah oleh kolumnis Wired untuk berita Jepang, Brian Ashcraft. Ia menyebut berdasarkan data tahun lalu, industri film porno di Jepang melibatkan 6.000-an artis wanita.

Pernyataan Shimiken tersebut bisa jadi sebagai undangan untuk kaum pria menggeluti profesi sebagai aktor film porno. Perlu diketahui, produksi film porno Jepang menghasilkan dua kali film lebih banyak dari Amerika Serikat.

Sumber "http://www.infospesial.net/39097/industri-porno-jepang-terancam-bangkrut-sebab-kurang-aktor-pria/"


Kodokoala: Film

1 Komentar untuk "Industri Film Porno Jepang Terancam Bangkrut karena Kurang Aktor Pria"

  1. hahaha , kalo orang indonesia daftar jadi anu disana bisa repot juga orang jepangnya :v

    BalasHapus

Perhatian!
Silahkan beri komentar Anda dengan sopan tanpa menyinggung agama atau ras tertentu.

Jika ingin menyertakan tautan/link menuju situs web tertentu, harap komentar yang berhubungan dengan topik agar komentar Anda bisa kami publikasikan. Terima kasih.