Bahaya Debu Vulkanik bagi Mesin Pesawat Terbang

debu-vulkanik-di-pesawat
Tanggal 14/02/2014 Bandara Juanda, Surabaya.

Menurut pengamat mesin pesawat dari ITB, Firman Hartono

Dalam mesin pesawat, ada bagian berputar yang dinamakan fan compressor turbine dan ada bagian diam yang menjadi tempat pembakaran (kamar bakar). Ketika suatu pesawat masuk ke daerah yang berdebu maka debu tersebut akan masuk ke dalam engine. Akibatnya kompresor kotor. Karena itu menyebabkan udara yang masuk ke engine menjadi berkuran dan akibatnya engine menjadi kehilangan daya.Ketika debu masuk ke ruang bakar, maka akan menyebabkan campuran bahan bakar dan udara tidak bagus. Ini menyebabkan flame out, apinya mati karena kurang oksigen. Apabila debu vulkanik masuk ke turbin, maka akan terjadi lelehan. Sebab debu tersebut berupa glass yang akan meleleh dalam panas sekitar 1.100 derajat Celcius. Ketika meleleh, debu tersebut akan menjadi liquid dan menghantam turbin. Liquid akan menempel di sudut turbin sehingga menyebabkan blocking dan akibatnya udara tidak bisa lewat. Power engine pesawat akan turun, dan yang paling buruk engine-nya mati.

akibat-debu-vulkanik-bagi-pesawat

British Airways Boeing 747 pernah mati engine saat melewati debu vulkanik pada 1982. Peristiwa terjadi ketika pesawat itu melewati debu vulkanik akibat letusan Gunung Galunggung. Kalau terjadi seperti itu cari tempat mendarat yang paling dekat. Engine itu mati di ketinggian sekitar 11 km. Ketika dalam proses turun, udara di engine menjadi dingin, lalu udara yang masuk membersihkan kotoran, deposit yang menempel jadi mengeras dan terlepas. Nah saat itu bisa di-restart. Ketika mesin pesawat mati, pesawat tidak akan serta merta jatuh. Pesawat akan gladding atau terbang layang. Ada waktu bagi udara di engine untuk menjadi dingin. Karena itu, saat ada debu vulkanik, biasanya pesawat tidak boleh terbang. Kalaupun saat terbang terkena debu vulkanik, maka turun dulu sampai agak dingin engine-nya dan bisa di-restart. Selain itu partikel debu yang keras itu bisa menggores body sampai mengelupas karena kan kecepatannya tinggi. Yang sering terjadi adalah engine off sehingga membahayakan keselamatan penerbangan.

Menurut pakar geologi dari Universitas Gadjah Mada, Agus Hendratno

Abu vulkanik yang melayang-layang terbawa angin itu, bisa sampai ke mana-mana. Jika kemudian sebagian abu vulkanik `terjebak` di awan, atau bahkan `tersimpan` di awan, padahal awan mengandung uap air, tentunya daya lekatnya semakin kuat jika menempel di badan pesawat terbang. Dikhawatirkan jika ada pesawat terbang pada ketinggian 3.000 feet melintas di gumpalan awan yang banyak menyimpan abu vulkanik, apabila abu vulkanik tersebut menempel di kaca depan, kaca itu tiba-tiba bisa menjadi buram sehingga mengganggu pandangan pilot. Jika jarak pandang pilot terbatas, tentu bisa membahayakan penerbangan.

akibat-debu-vulkanik-bagi-mesin-pesawat

Silica dalam abu vulkanik sifatnya runcing dan tajam, sehingga abu vulkanik dalam jumlah banyak kemudian diterjang pesawat dengan kecepatan tinggi, tentu bisa menyebabkan kaca di depan pilot tergores dengan bidang yang lebar, sehingga kaca tersebut berkurang ketebalannya. Kondisi ini pasti akan mempengaruhi performa pesawat terbang. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah jika abu vulkanik dengan kandungan silica yang cukup banyak itu masuk ke mesin pesawat terbang. Mesin di pesawat saat turbin bekerja dengan kecepatan pesawat yang tinggi yang menghasilkan suhu di atas 1.000 derajat Celcius, tiba-tiba kemasukan abu vulkanik, maka silica-nya akan meleleh, dan menempel di baling-baling mesin. Jika sudah terjadi abrasi di mesin itu, bisa mengganggu aliran udara pada mesin, dan banyak abu menempel di baling-baling mesin, sehingga kerja baling-baling menjadi lambat. Kondisi ini tentu akan mengganggu kinerja mesin pesawat.

Pernah terjadi saat Gunung Galunggung meletus pada 1982, waktu itu abu vulkaniknya diduga mengganggu pesawat terbang yang kebetulan melintas di udara wilayah Jawa Barat. Ketika itu sebuah pasawat terbang dari Malaysia dengan tujuan Jakarta, saat berada di posisi 177 kilometer timur Jakarta, tiba-tiba mesin pesawat terganggu, dan diduga karena abu vulkanik dari gunung tersebut.

Mobil, motor, truk, bus, dan kereta api masih bisa beroperasi di daerah yang terkena abu vulkanik. Namun kenapa banyak penerbangan yang dibatalkan? Kalau begitu kenapa pesawat terbang tidak bisa terbang menembus awan vulkanik?

Jawaban singkatnya adalah karena debu/awan vulkanik terbuat dari pecahan kecil kaca yang dapat mematikan mesin jet.

Jadi mesin jet itu menghisap udara dalam jumlah banyak lalu dicampur dengan bahan bakar, dibakar, dan menghasilkan energi. Ketika pecahan2 kecil kaca vulkanik ini terhisap ke dalam turbin udara mesin jet, mereka akan meleleh dan menyatu ke bagian2 mesin. Titik didih debu vulkanik itu sekitar 1,100 Celsius. Tapi mesin jet beroperasi pada temperatur diatas 1,100 derajat lebih panas dari itu. Jadi kaca2 itu bisa meleleh dan menempel ke selang bahan bakar dan baling2 turbin, dibanding udara yang biasanya hanya numpang lewat di dalam mesin.

Hasilnya: mesin jet bisa berhenti!

Debu vulkanik berkumpul pada ketinggian di mana pesawat-pesawat komersial biasa beroperasi. Tapi kalau di dataran rendah, debu itu terurai, maka tidak menimbulkan efek yang serupa pada mobil, kereta, atau kapal laut.

Sumber "http://www.kaskus.co.id/thread/52fd8460ffca1763088b4610/agan-tahu-ga-kenapa-debu-vulkanik-berbahaya-bagi-pesawat-terbang/"


Kodokoala: Wawasan

0 Komentar untuk "Bahaya Debu Vulkanik bagi Mesin Pesawat Terbang"

Posting Komentar

Perhatian!
Silahkan beri komentar Anda dengan sopan tanpa menyinggung agama atau ras tertentu.

Jika ingin menyertakan tautan/link menuju situs web tertentu, harap komentar yang berhubungan dengan topik agar komentar Anda bisa kami publikasikan. Terima kasih.